Novi Lailus Sholikha (D97215100) Prodi PGMI Fak. Tarbiyah Dan Keguruan
Nemo Wagging Tail

AQIDAH AKHLAQ


Menghindari Akhlak Tercela
Marah, Fasik dan Murtad





A. Marah

Marah dalam bahasa Arab disebut dengan gadab. Orang yang marah biasanya kesal, tersinggung atau kecewa atas tingkah laku orang lain yang tidak menyenangkan hati. Marah dapat berbentuk mimik muka yang cemberut, perkataan kasar seperti mengumpat, atau membanting benda-benda yang ada di sekitarnya.
Sebagai umat islam kita harus mengendalikan amarah. Nabi menyatakan bahwa orang yang kuat bukanlah orang yang mampu mengalahkan musuh-musuhnya. Menurut nabi, orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan diri ketika marah. Keutamaan menahan amarah terdapat dalam al-Qur’an surat al-Imran ayat 134 :



 


.......وَالضَّرَّآءِوَالْكَاظِمِىنَ الْغَيْظَ وَالْعَافَيْنَ عَنِ النَّاسِ واللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِي
Artinya : “.......dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.”


Orang yang tidak mampu menahan marah, menunjukkan bahwa dia tidak dapat menahan hawa nafsunya. Jika ia telah dikuasai hawa nafsu, maka ia akan melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak dibenarrkan oleh agama islam. Seorang pemarah akan dijauhi teman-temannya dan lama kelamaan dia tidak mempunyai teman. Bahkna ia akan banyak memiliki musuh.



 


Cerita…..

Kisah menahan marah pada zaman Rasulullah saw.
Suatu hari Rasulullah saw. bertamu kerumah Abu Bakar Shiddiq. Ketika sedang bercengkrama, tiba-tiba datang seorang arab badui menemui Abu Bakar dan langsung mencelanya. Makian, kata-kata kotor keluar dari mulut orang itu. Namun Abu Bakar tidak menghiraukannya. Ia melanjutkan perbincangan dengan Rasulullah. Melihat hal ini Rasulullah tersenyum.
Kemudian orang arab badui itu kembali memaki Abu Bakar. Kali ini makian dan hinaanya lebih kasar. Namun dengan keimanan yang kokoh serta kesabarannya, Abu Bakar tetap membiarkan orang tersebut. Rasulallah kembali memberikan senyumannya.

Semakin marahnya orang arab badui ini. Untuk ketiga kalinya ia mencerca Abu Bakar dengan makian yang lebih menyakitkan. Kali ini, sebagai manusia yang memiliki hawa nafsu, Abu Bakar tak dapat menahan amarahnya. Dibalasnya makian orang arab badui itu dengan makian pula. Terjadilah perang mulut. Seketika itu Rasulullah beranjak dari tempat duduknya. Ia meninggalkan Abu Bakar tanpa mengucapkan salam. Melihat hal ini, Abu Bakar sebagai tuan rumah tersadar dan menjadi binggung. Dikejarnya Rasulullah yang sudah sampai halaman rumahnya kemudian Abu Bakar berkata “Wahai Rasulullah janganlah engkau biarkan aku dalam kebinggungan yang sangat. Jika aku berbuat kesalahan, tolong jelaskan kesalahanku”.

Rasulullah menjawab “Sewaktu ada seorang arab badui datang lalu mencelamu, dan engkau tidak menanggapinya, aku tersenyum karena nbanyak malaikat di sekelilingmu yang akan membelamu di hadapan Allah. Begitupun yang kedua kali ketika ia mencelamu dan engkau tetap membiarkannya, maka para malaikat semakin bertambah jumlahnya. Oleh sebab itu aku tersenyum kembali. Namun ketika yang ketiga ia mencelamu dan engkau menanggapinya lalu membalasnya, maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu. Karena iblis hadir disisimu. Oleh karena itu aku tak ingin berdekatan dengannya dan aku tidak memberikan salam padanya.”

Maka dari itu sebagi manusia yang tidak ingin iblis atau setan dekat dengan kita maka menahan amarah adalah salah satunya karena setan suka kepada orang yang sedang marah.

Cara meredakan marah :
1.     Berwudhu, dengan berwudhu hati kita akan selalu tenang.
2.    Sadar dan sabar, kita harus senantiasa sadar dan juga sabar dengan semua kehendak dari Allah.
3.    Selalu beristigfar.




                  B. Fasik



Fasik artinya meninggalkan seruan Allah, tidak berbakti kepada Allah, atau keluar dari dari seruan Allah swt. orang fasik adalah orang yang tau perintah dan larangan Allah, tetapi dia tidak mau melaksamakannya. Dia tidak patuh dan tidak berbakti kepada Allah. Dia melupakan semua perintah Allah.
Perbuatan fasik sangat berbahaya, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Bahaya terhadap diri sendiri berupa dosa dengan mengingkari serta melalaikan perintah Allah swt dan Rasulnya. Bahaya terhadap orang lain berupa kekecewaan dan kerugian akibat perbuatan fasik tersebut.
Orang fasik akan mendapat kesengsaraan hidup di dunia dan di akhirat kelak. Di dunia, ia tidak akan disenangi orang lain, karena orang fasik adalah orang yang sesat. Sebagaiman firman Allah swt. dalam al-Qur’an Surat al-Baqarah ayat 26 :


.......وَمَايُضِلُّ بِهِ آِلاَّالْفَسَقِيْنَ
Artinya : “…… Tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-orang fasik.” (Q.S. Al-Baqarah / 2:26)


Cerita…..

Pada suatu hari Farid mengalami sakit keras. Dalam keadaan seperti itu terbayang olehnya segalam macam dosa yang telah dia perbuat pada waktu sehat . Dia sangat menyesal akan segala macam perbuatan dosanya itu. Dia berjanji dengan sungguh-sungguh dalam dirinya untuk tidak melakukan lagi perbuatan-perbuatan dosanya.
Akan tetapi setelah sehat, dia melupakan janjinya itu. Dia melakukan lagi hal-hal yang dialarang Allah dan rasul-Nya. Dia telah melupakan Allah dan rasul-Nya. Orang seperti Farid ini tergolong orang yang fasik karena mengingkari nadzarnya bahwa jika dia sembuh maka dia akan kembali ke jalan Allah namun kenyataannya setelah dia sembuh dia malah berbuat yang dilarang Allah.



Ciri-ciri Orang Fasik



1.     Mengingkari ayat-ayat Al-Qur’an

2.    Orang yang mengubah hukum Allah yang sudah jelas kebenarannya

3.    Orang yang bernadzar tetapi tidak melaksanakan nadzarnya (mengingkari janji kepada Allah)
4.    Tidak mentaati perintah Allah
5.    Orang yang lebih mencintai kehidupan dunia dari pada Allah
6.    Orang munafik dan mengajak kepada yang mungkar
7.    Orang yang menuduh wanita baik berzina.

  


C. Murtad

Murtad artinya keluar dari Islam (kembali kepada kekhufuran). Hal ini jelas merusak iman. Meskipun sebenarnya kepercayaannya kepada Allah dan rukun iman lainnya tetap di hatinya, tetapi godaan setan selalu mendorongnya agar keluar dari Islam. Iman yang dibina dan ditanamkan dalam hati, secara perlahan terkikis habis dan pada akhirnya menjadi kafir. Hal itu berarti ia telah lari dan menghindari petunjuk Allah untuk mencapai jalan yang lurus. Ia menuju kepada kesesatan dan kekafiran.
Dalam Al-Qur’an surat Muhammad ayat 25, disebutkan :

 
اِنَّ الَّذِيْنَ ارْتَدُّوْاعَلىَ آاَدْبَارِهِمْ مِّنْ بَعْدِمَاتَبَيَّنَ لَهُمُ الَهُدَى الشَّيْطَنُ سَوَّلَ لَهُمْ وَاَمْلَى لَهُمْ                                                            
Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang berbalik (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, setanlah yang merayu mereka dan memanjangkan angan-angan mereka. (Q.S. Muhammad / 47:25)

 
Murtad dibagi menjadi 3 :

1.     Murtad terkait dengan keyakinan, seperti mengingkari sifat Allah, mengingkari kebenaran Al-Qur’an, mengingkari bahwa nabi Muhammad adalah nabi yang terakhir.
2.    Murtad terkait dengan perkataan, seperti menghina Allah, kitab-kitab dan nabi-nabi Allah, menuduh saudaranya yang muslim sebagai kafir.
3.    Murtad terkait dengan perbuatan, seperti membuang Al-Qur’an ketempat sampah, sujud kepada berhala atau kepada selain Allah.



Setelah melihat vidio dan membaca materi diatas. silahkan klik dan jawab kuis ini






   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar