Menghindari
Akhlak Tercela
Marah,
Fasik dan Murtad
A. Marah
Marah dalam bahasa Arab disebut dengan gadab. Orang
yang marah biasanya kesal, tersinggung atau kecewa atas tingkah laku orang lain
yang tidak menyenangkan hati. Marah dapat berbentuk mimik muka yang cemberut,
perkataan kasar seperti mengumpat, atau membanting benda-benda yang ada di
sekitarnya.
Sebagai umat islam kita harus mengendalikan amarah.
Nabi menyatakan bahwa orang yang kuat bukanlah orang yang mampu mengalahkan
musuh-musuhnya. Menurut nabi, orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan
diri ketika marah. Keutamaan menahan amarah terdapat dalam al-Qur’an surat
al-Imran ayat 134 :
.......وَالضَّرَّآءِوَالْكَاظِمِىنَ الْغَيْظَ
وَالْعَافَيْنَ عَنِ النَّاسِ واللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِي
Artinya : “.......dan orang-orang yang menahan amarahnya dan
memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.”
Orang yang tidak mampu menahan marah, menunjukkan
bahwa dia tidak dapat menahan hawa nafsunya. Jika ia telah dikuasai hawa nafsu,
maka ia akan melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak dibenarrkan oleh agama
islam. Seorang pemarah akan dijauhi teman-temannya dan lama kelamaan dia tidak
mempunyai teman. Bahkna ia akan banyak memiliki musuh.
Cerita…..
Kisah menahan marah pada zaman Rasulullah saw.
Suatu
hari Rasulullah saw. bertamu kerumah Abu Bakar Shiddiq. Ketika sedang
bercengkrama, tiba-tiba datang seorang arab badui menemui Abu Bakar dan
langsung mencelanya. Makian, kata-kata kotor keluar dari mulut orang itu. Namun
Abu Bakar tidak menghiraukannya. Ia melanjutkan perbincangan dengan Rasulullah.
Melihat hal ini Rasulullah tersenyum.
Kemudian orang arab badui itu kembali memaki Abu
Bakar. Kali ini makian dan hinaanya lebih kasar. Namun dengan keimanan yang
kokoh serta kesabarannya, Abu Bakar tetap membiarkan orang tersebut. Rasulallah
kembali memberikan senyumannya.
Semakin marahnya orang arab badui ini. Untuk ketiga
kalinya ia mencerca Abu Bakar dengan makian yang lebih menyakitkan. Kali ini,
sebagai manusia yang memiliki hawa nafsu, Abu Bakar tak dapat menahan
amarahnya. Dibalasnya makian orang arab badui itu dengan makian pula.
Terjadilah perang mulut. Seketika itu Rasulullah beranjak dari tempat duduknya.
Ia meninggalkan Abu Bakar tanpa mengucapkan salam. Melihat hal ini, Abu Bakar
sebagai tuan rumah tersadar dan menjadi binggung. Dikejarnya Rasulullah yang
sudah sampai halaman rumahnya kemudian Abu Bakar berkata “Wahai Rasulullah
janganlah engkau biarkan aku dalam kebinggungan yang sangat. Jika aku berbuat
kesalahan, tolong jelaskan kesalahanku”.
Maka dari itu sebagi manusia yang tidak ingin iblis
atau setan dekat dengan kita maka menahan amarah adalah salah satunya karena
setan suka kepada orang yang sedang marah.
Cara meredakan marah :
1. Berwudhu,
dengan berwudhu hati kita akan selalu tenang.
2. Sadar
dan sabar, kita harus senantiasa sadar dan juga sabar dengan semua kehendak
dari Allah.
3.
Selalu
beristigfar.
B. Fasik
Fasik artinya meninggalkan seruan Allah, tidak
berbakti kepada Allah, atau keluar dari dari seruan Allah swt. orang fasik
adalah orang yang tau perintah dan larangan Allah, tetapi dia tidak mau
melaksamakannya. Dia tidak patuh dan tidak berbakti kepada Allah. Dia melupakan
semua perintah Allah.
Perbuatan fasik sangat berbahaya, baik terhadap
diri sendiri maupun orang lain. Bahaya terhadap diri sendiri berupa dosa dengan
mengingkari serta melalaikan perintah Allah swt dan Rasulnya. Bahaya terhadap
orang lain berupa kekecewaan dan kerugian akibat perbuatan fasik tersebut.
Orang fasik akan mendapat kesengsaraan hidup di
dunia dan di akhirat kelak. Di dunia, ia tidak akan disenangi orang lain,
karena orang fasik adalah orang yang sesat. Sebagaiman firman Allah swt. dalam
al-Qur’an Surat al-Baqarah ayat 26 :
.......وَمَايُضِلُّ
بِهِ آِلاَّالْفَسَقِيْنَ
Artinya : “……
Tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-orang
fasik.” (Q.S. Al-Baqarah / 2:26)
Cerita…..
Pada
suatu hari Farid mengalami sakit keras. Dalam keadaan seperti itu terbayang
olehnya segalam macam dosa yang telah dia perbuat pada waktu sehat . Dia sangat
menyesal akan segala macam perbuatan dosanya itu. Dia berjanji dengan
sungguh-sungguh dalam dirinya untuk tidak melakukan lagi perbuatan-perbuatan
dosanya.
Akan tetapi setelah sehat, dia melupakan janjinya itu. Dia
melakukan lagi hal-hal yang dialarang Allah dan rasul-Nya. Dia telah melupakan
Allah dan rasul-Nya. Orang seperti Farid ini tergolong orang yang fasik karena
mengingkari nadzarnya bahwa jika dia sembuh maka dia akan kembali ke jalan
Allah namun kenyataannya setelah dia sembuh dia malah berbuat yang dilarang
Allah.
Ciri-ciri Orang Fasik
1.
Mengingkari ayat-ayat
Al-Qur’an
2.
Orang yang mengubah hukum
Allah yang sudah jelas kebenarannya
3.
Orang yang bernadzar tetapi
tidak melaksanakan nadzarnya (mengingkari janji kepada Allah)
4.
Tidak mentaati perintah Allah
5.
Orang yang lebih mencintai
kehidupan dunia dari pada Allah
6.
Orang munafik dan mengajak
kepada yang mungkar
7.
Orang yang menuduh wanita
baik berzina.
C. Murtad
Dalam Al-Qur’an surat Muhammad ayat 25, disebutkan :
اِنَّ الَّذِيْنَ ارْتَدُّوْاعَلىَ آاَدْبَارِهِمْ مِّنْ
بَعْدِمَاتَبَيَّنَ لَهُمُ الَهُدَى الشَّيْطَنُ سَوَّلَ لَهُمْ وَاَمْلَى
لَهُمْ
Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang berbalik
(kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, setanlah yang merayu
mereka dan memanjangkan angan-angan mereka. (Q.S. Muhammad / 47:25)
Murtad
dibagi menjadi 3 :
2.
Murtad terkait dengan
perkataan, seperti menghina Allah, kitab-kitab dan nabi-nabi Allah, menuduh
saudaranya yang muslim sebagai kafir.
3.
Murtad terkait dengan
perbuatan, seperti membuang Al-Qur’an ketempat sampah, sujud kepada berhala
atau kepada selain Allah.
Setelah melihat vidio dan membaca materi diatas. silahkan klik dan jawab kuis ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar